Pendahuluan
Pemungut PPh 22 adalah pihak-pihak tertentu yang secara resmi ditunjuk pemerintah untuk memungut Pajak Penghasilan atas transaksi tertentu, seperti impor dan pembelian barang oleh instansi atau badan usaha strategis. Ketentuan ini berdampak langsung pada pengusaha, perusahaan perorangan, dan badan usaha, khususnya yang bertransaksi dengan pemerintah atau BUMN. Kesalahan dalam mengidentifikasi status pemungut PPh 22 dapat menimbulkan kurang bayar, sanksi administrasi, hingga pemeriksaan pajak. Karena itu, pemahaman yang tepat menjadi krusial bagi manajemen dan pemilik usaha.
Definisi & Konsep Utama
PPh Pasal 22 adalah Pajak Penghasilan yang dipungut oleh pihak tertentu yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan atas:
Kegiatan impor
Pembelian barang oleh bendahara pemerintah
Transaksi dengan BUMN atau badan usaha tertentu
Dalam praktik, PPh 22 bersifat withholding tax, artinya pajak dipungut di awal transaksi dan dapat dikreditkan oleh pihak yang dipungut dalam SPT Tahunan PPh Badan. Fokus utama PPh 22 adalah pengamanan penerimaan negara sekaligus pengawasan kepatuhan.
Pihak yang Ditunjuk sebagai Pemungut PPh 22
🔹 A. Bendahara Pemerintah
Bendahara pemerintah pusat dan daerah ditunjuk sebagai pemungut PPh 22 atas:
Pembayaran pembelian barang yang dananya bersumber dari APBN/APBD.
Tarif umum:
1,5% dari harga pembelian (tidak termasuk PPN).
🔹 B. Bank Devisa & Direktorat Jenderal Bea dan Cukai
Ditunjuk untuk memungut PPh 22 atas kegiatan impor.
Tarif PPh 22 Impor:
2,5%: Importir ber-API
7,5%: Importir tanpa API
10%: Impor tidak dikuasai
Baca Juga: Cara Lapor dan Hitung PPh 22 dengan Benar
🔹 C. BUMN & Badan Usaha Tertentu
BUMN dan badan usaha tertentu yang ditunjuk DJP wajib memungut PPh 22 atas pembelian barang dari rekanan.
Sektor yang umum ditunjuk antara lain:
Energi & pertambangan
Kehutanan
Farmasi
Alat berat dan industri strategis lainnya
🔹 D. Produsen atau Importir Barang Tertentu
Produsen dan importir barang tertentu, termasuk barang mewah, ditunjuk sebagai pemungut PPh 22 dengan tarif yang bervariasi sesuai jenis barang.
📊 Tabel Ringkas: Pihak Pemungut & Tarif PPh 22
| Pihak Pemungut | Jenis Transaksi | Tarif Umum |
|---|---|---|
| Bendahara Pemerintah | Pembelian barang | 1,5% |
| Bea Cukai / Bank Devisa | Impor (API) | 2,5% |
| Bea Cukai / Bank Devisa | Impor non-API | 7,5% |
| Bea Cukai | Impor tidak dikuasai | 10% |
| BUMN / Badan Tertentu | Pembelian barang | Sesuai ketentuan |
Landasan Hukum
Ketentuan PPh 22 dan penunjukan pemungutnya diatur dalam:
UU No. 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan
PMK No. 34/PMK.010/2017 beserta perubahannya
Peraturan Dirjen Pajak terkait pemungutan PPh 22
Ketentuan teknis DJP yang berlaku
Dampak Fiskal
Manfaat Kepatuhan
PPh 22 menjadi kredit pajak dalam SPT Tahunan
Menghindari koreksi fiskal saat pemeriksaan
Menjaga arus kas dan reputasi kepatuhan perusahaan
Risiko Jika Salah Penerapan
Kurang bayar pajak
Sanksi administrasi berupa bunga dan denda
Pemeriksaan pajak
Potensi sengketa pajak
Langkah Praktis / Checklist Kepatuhan
Checklist bagi owner dan manajemen:
Identifikasi apakah perusahaan termasuk pemungut PPh 22
Pastikan objek dan tarif sesuai jenis transaksi
Lakukan pemungutan dan penyetoran tepat waktu
Catat transaksi dalam pembukuan secara rapi
Laporkan dalam SPT Masa dan SPT Tahunan
Arsipkan bukti pungut sebagai dokumentasi fiskal
FAQ
❓ Apakah semua perusahaan wajib memungut PPh 22?
Tidak. Hanya pihak yang secara resmi ditunjuk oleh pemerintah.
❓ Apakah PPh 22 merupakan biaya?
Bukan. PPh 22 adalah kredit pajak, bukan beban biaya.
❓ Apakah UMKM terkena PPh 22?
Bergantung pada jenis transaksi dan pihak lawan transaksi.
❓ Jika tidak memungut PPh 22, apa risikonya?
Berisiko sanksi administrasi dan koreksi saat pemeriksaan.
Kesimpulan
Pemahaman yang tepat mengenai siapa saja pemungut PPh 22 sangat penting untuk menjaga kepatuhan dan menghindari risiko fiskal. Kesalahan kecil dalam penerapan dapat berdampak besar pada keuangan dan keberlanjutan usaha.
Untuk memastikan kewajiban PPh 22 diterapkan sesuai ketentuan DJP dan aman secara fiskal, pendampingan oleh konsultan pajak profesional dapat menjadi langkah strategis bagi bisnis Anda.


